Kegiatan benchmarking yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako ke FEB Universitas Airlangga (UNAIR) dan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 29 Oktober–1 November 2025 merupakan langkah strategis untuk memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di tingkat fakultas. Benchmarking dilakukan untuk mempelajari praktik terbaik dalam penyusunan standar mutu, pelaksanaan PPEPP, mekanisme Audit Mutu Internal (AMI), pengelolaan data dan informasi mutu, keterlibatan pemangku kepentingan, serta strategi peningkatan mutu dan pencapaian akreditasi unggul. Kegiatan ini sekaligus diarahkan untuk mengidentifikasi praktik yang dapat diadaptasi FEB UNTAD guna mempercepat penguatan tata kelola mutu dan memitigasi risiko ketidaktercapaian target mutu.
Hasil benchmarking menunjukkan bahwa FEB UNAIR memiliki praktik unggul berupa integrasi SPMI dengan target akreditasi internasional, pelaksanaan AMI dan audit kinerja secara komprehensif, keterlibatan alumni serta pengguna lulusan secara terstruktur, dan pemanfaatan sistem informasi untuk pengelolaan mutu. Sementara itu, FE UNESA menonjol dalam penerapan manajemen mutu berbasis ISO 9001:2015, pengendalian capaian IKU dan IKT, pengembangan kompetensi SDM dan layanan kemahasiswaan, serta tata kelola penjaminan mutu yang terstruktur dan berorientasi pada peningkatan berkelanjutan. Praktik-praktik tersebut memberikan pembelajaran penting bagi FEB UNTAD bahwa penjaminan mutu perlu dikembangkan dari sekadar kepatuhan administratif menuju sistem yang terintegrasi dengan kinerja, akreditasi, teknologi informasi, kebutuhan stakeholder, dan continuous quality improvement.
Berdasarkan hasil tersebut, benchmarking memberikan arah pengembangan bagi FEB UNTAD untuk memperkuat integrasi SPMI dengan akreditasi nasional dan internasional, memperluas AMI berbasis kinerja dan risiko, membangun sistem informasi mutu yang terintegrasi, memperkuat penggunaan IKU/IKT sebagai instrumen pengendalian kinerja, serta meningkatkan keterlibatan stakeholder dalam evaluasi dan peningkatan mutu. Hasil benchmarking selanjutnya dapat dijadikan referensi dalam penyempurnaan perangkat SPMI FEB, penguatan fungsi penjaminan mutu pada tingkat program studi, dan penyusunan program peningkatan mutu yang berbasis best practices serta kebutuhan strategis FEB UNTAD

