Benchmarking

LPMPP, Pusat Penjaminan Mutu UPPS FKIP dan Gugus Kendali Mutu (GKM) Program Studi/Jurusan secara aktif menfasilitasi pelaksanaan kegiatan external benchmarking sebagai upaya untuk memperkuat kapasitas dan efektivitas pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal. Benchmarking dilakukan dengan perguruan tinggi mitra di dalam dan luar negeri, serta menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai institusi.

Beberapa kegiatan benchmarking yang telah dilaksanakan antara lain:

  1. Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar – Menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. H. Abdul Maksud, DEA,. untuk kegiatan Pelatihan Audit Mutu Internal, 12-14 Juni 2021.
  2. Universitas Pendidikan Indonesia – Benchmarking secara luring pada tanggal 18 November 2021 di Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.
  3. Universitas Syah Kuala (USK), Banda Aceh – Benchmarking secara luring pada tanggal 9-10 Desember 2021 di LP3M dan FKIP
  4. Universitas Sebelas Maret, Solo – Benchmarking secara luring pada tangga; 15-16 Desember 2021 di LPPMP dan FKIP.
  5. Institut Teknologi Bandung – Menghadirkan narasumber Prof. Pepen Arifin, Ph. D., untuk kegiatan sharing best practices pada Pelatihan Penyusunan Dokumen Akreditasi Internasional Program Studi, 14 Desember 2023.
  6. Universitas JambiBenchmarking secara luring pada tanggal 11-12 Desember 2023 di LP3M
  7. Universitas Negeri Padang_Benchmarking secara luring pada tanggal 9-10 Desember 2024 di Badan Penjaminan Mutu Internal

Kegiatan benchmarking ini telah memberikan wawasan baru dalam pengembangan sistem mutu program studi, sekaligus menjadi bagian dari penguatan upaya internasionalisasi dan perbaikan berkelanjutan.

 

 

 

Peningkatan Jumlah Standar di Luar SNDIKTI (2018–2022)

 

Dalam rangka membangun budaya mutu dan sistem penjaminan mutu internal yang adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi, Universitas Tadulako secara bertahap telah mengembangkan standar mutu tambahan di luar 24 standar nasional pendidikan tinggi (SNDIKTI) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pada tahun 2018, standar mutu yang diterapkan sebagian besar masih mengacu langsung pada 24 standar SNDIKTI, yang dikelompokkan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Standar tersebut menjadi fondasi awal implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).

Seiring dengan kebutuhan untuk lebih menyesuaikan diri dengan konteks lokal, kebijakan strategis universitas, serta tuntutan akreditasi nasional dan internasional, maka sejak tahun 2019 hingga 2022, universitas secara bertahap menambahkan sejumlah standar institusional tambahan (standar internal) yang melampaui ketentuan minimum SNDIKTI.

Hingga tahun 2022, tercatat adanya peningkatan signifikan dalam jumlah dan cakupan standar mutu institusional, yang mencakup:

Tahun Jumlah Standar SPMI Standar SNDIKTI Standar Institusional Tambahan Bidang Standar Tambahan
2018 30 24 6 VMTS; Tata Pamong, Tata Kelola, Kepemimpinan, dan Penjaminan Mutu; Kerjasama, Suasana Akademik, Mahasiswa, dan Sistem Informasi
2022 42 24 18 VMTS; Tata Pamong, Tata Kelola, Kepemimpinan, dan Penjaminan Mutu; Kerjasama, Suasana Akademik, Mahasiswa, dan Sistem Informasi; Internasionalisasi Kampus, MBKM, Tracer Study, dls

Kegiatan perbaikan dokumen standar dilaksanakan di tingkat Universitas (UNTAD) oleh LPMPP dengan melibatkan PPM UPPS dan GKM. PPM FKIP bersama PPM UPPS dari seluruh Fakultas dan Pascasarjana Berperan secara aktif dalam proses perbaikan dokumen standar SPMI agar menjadi lebih baik daripada yang telah ditetapkan sebelumnya. Dokumen standar baru/yang telah diperbaiki/ditingkatkan, digunakan sebagai pedoman untuk diselarasakan oleh seluruh PPM UPPS dan diimplementasikan dalam pelaksanaan kegiatan tridharma di periode berikutnya.

Dampak Positif dari Penambahan Standar:

  • Memperkuat kesiapan institusi dalam menghadapi akreditasi nasional dan internasional.

  • Menjamin pelaksanaan program prioritas seperti MBKM dan digitalisasi berbasis mutu.

  • Meningkatkan koordinasi lintas unit kerja dengan indikator mutu yang lebih spesifik dan terukur.

 

 

Peningkatan Layanan Bimbingan Konseling Mahasiswa Berdasarkan OTK Baru UNTAD Tahun 2024

Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa, Universitas Tadulako telah melakukan transformasi kelembagaan di bidang bimbingan dan konseling. Sebelumnya, layanan bimbingan dan konseling mahasiswa hanya tersedia secara terbatas melalui salah satu unit internal di Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), yang utamanya berfokus pada praktik akademik dan pelatihan mahasiswa BK.

Sebagai bagian dari implementasi Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Baru Universitas Tadulako Tahun 2024, layanan ini secara resmi ditingkatkan menjadi Unit Pelaksana Akademik (UPA) Bimbingan dan Konseling. Perubahan ini bertujuan untuk memperluas cakupan layanan secara institusional dan menjangkau seluruh mahasiswa lintas fakultas secara lebih terstruktur, profesional, dan berkelanjutan.

UPA BK kini memiliki mandat lebih luas sebagai unit layanan psikologis dan konseling yang:

  • Menyediakan layanan konseling individu dan kelompok bagi seluruh mahasiswa di lingkungan UNTAD.

  • Menangani isu-isu psikososial, akademik, dan pengembangan pribadi mahasiswa.

  • Melaksanakan program promotif dan preventif seperti seminar kesehatan mental, pelatihan soft skills, dan pelatihan coping stress.

  • Memberikan dukungan psikologis dalam kondisi darurat atau krisis.

  • Membangun kerja sama dengan unit layanan lain seperti UPT Pusat Karier dan Kemahasiswaan.

Peningkatan ini juga didukung oleh penguatan regulasi, pengalokasian SDM profesional (konselor tersertifikasi dan dosen BK), serta penyediaan sarana dan prasarana khusus berupa ruang konseling yang representatif.

Transformasi ini menunjukkan komitmen UNTAD dalam menyediakan lingkungan akademik yang sehat dan suportif bagi mahasiswa, serta merupakan bagian dari pelaksanaan continuous quality improvement dalam sistem penjaminan mutu bidang kemahasiswaan.

 

.

Peningkatan Layanan Mahasiswa: Transformasi Pusbimwitra menjadi UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan

Sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan kemahasiswaan dan alumni, Universitas Tadulako melakukan penataan kelembagaan melalui implementasi Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Baru Tahun 2024. Salah satu bentuk transformasi penting adalah pengalihan dan peningkatan fungsi Pusat Bimbingan Karier, Kewirausahaan, Tracer Study, dan Bursa Kerja Khusus (Pusbimwitra) yang sebelumnya berada di bawah koordinasi LPPMP.

Pusbimwitra mengalami peningkatan status kelembagaan menjadi Unit Pelaksana Akademik (UPA) Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, dengan lingkup kerja yang lebih luas, mandiri, dan strategis dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam hal:

  • Pengembangan karier mahasiswa dan alumni, melalui layanan konseling karier, pelatihan job readiness, program magang, dan penyelenggaraan bursa kerja (job fair).

  • Penguatan kewirausahaan mahasiswa, melalui pelatihan wirausaha, inkubasi bisnis pemula, pendampingan proposal kewirausahaan, serta akses kemitraan dan pembiayaan startup mahasiswa.

  • Pelaksanaan tracer study secara institusional dan terintegrasi, untuk memperoleh data relevansi lulusan terhadap dunia kerja dan sebagai dasar evaluasi kurikulum serta kebijakan pengembangan lulusan.

  • Peningkatan konektivitas dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), melalui kemitraan strategis dan pemetaan kebutuhan pasar kerja.

Dengan pembentukan UPA ini, Universitas Tadulako memastikan bahwa layanan pengembangan karier dan kewirausahaan mahasiswa tidak lagi bersifat pelengkap, melainkan menjadi fungsi utama yang terintegrasi dalam ekosistem pendidikan tinggi yang berorientasi pada kesiapan kerja dan kemandirian lulusan.

Transformasi ini juga mencerminkan komitmen institusi terhadap pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di mana mahasiswa tidak hanya disiapkan untuk bekerja, tetapi juga didorong menjadi wirausahawan muda yang inovatif dan berdaya saing.

 

Perubahan Kelembagaan Pusat MBKM dari LPPMP ke LPPM Berdasarkan OTK Baru UNTAD Tahun 2024

Dalam rangka optimalisasi pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Universitas Tadulako, telah dilakukan penyesuaian struktur kelembagaan sebagai bagian dari implementasi Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Baru UNTAD Tahun 2024. Salah satu perubahan strategis adalah pengalihan Pusat MBKM yang sebelumnya berada di bawah naungan Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Perubahan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa sebagian besar aktivitas MBKM, seperti magang, proyek desa, kegiatan kemanusiaan, dan proyek riset, beririsan langsung dengan fungsi tridarma dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, pemindahan ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan integrasi program MBKM dengan aktivitas riset dosen dan pengabdian yang melibatkan mahasiswa.

  • Mendorong kolaborasi lintas program MBKM dengan pusat-pusat studi dan mitra eksternal yang telah difasilitasi oleh LPPM.

  • Memperkuat tata kelola dan dokumentasi kegiatan MBKM berbasis pelaporan tridarma dan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU).

  • Mendukung pelaksanaan evaluasi dampak dan keberlanjutan program MBKM, khususnya kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa di luar kampus.

Dengan beralihnya Pusat MBKM ke dalam struktur LPPM, Universitas Tadulako menegaskan komitmen untuk menjadikan MBKM sebagai bagian integral dari tridarma perguruan tinggi, bukan hanya sebagai program tambahan, melainkan sebagai strategi transformasi pembelajaran yang berdampak nyata bagi mahasiswa, masyarakat, dan mitra.

Transformasi ini juga diiringi dengan penyesuaian regulasi, penyediaan sumber daya pendukung, dan penguatan sistem pelaporan berbasis digital yang memungkinkan pemantauan aktivitas MBKM secara lebih transparan dan akuntabel.

 

Perubahan Sistem Monitoring dan Evaluasi (Monev) Capaian IKU: Dari Excel Manual Menuju Dashboard Digital Berbasis Google Sites

Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan data capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), Universitas Tadulako melakukan transformasi sistem monitoring dan evaluasi (Monev) dari metode manual berbasis Excel lokal menuju dashboard digital berbasis Google Sites yang terintegrasi dengan Google Sheets dan Google Forms.

Perubahan ini merupakan bagian dari strategi digitalisasi tata kelola mutu pendidikan tinggi, sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan transformasi digital institusi.

Sebelumnya: Sistem Monev Berbasis Excel Manual

  • Pengumpulan data dilakukan secara terpisah per unit melalui file Excel.

  • Validasi dan rekap capaian IKU memerlukan proses kompilasi manual oleh tim mutu.

  • Tidak ada visualisasi data real-time.

  • Akses data terbatas hanya pada pengelola tertentu.

  • Rentan duplikasi dan keterlambatan input.

Setelah Perubahan: Monev Berbasis Dashboard Google Sites

  • Setiap unit kerja mengisi data capaian IKU melalui Google Form yang otomatis masuk ke Google Sheets terpusat.

  • Dashboard interaktif di Google Sites menampilkan visualisasi capaian IKU per tahun, prodi, fakultas, dan jenis IKU secara real-time.

  • Data capaian langsung terhubung dengan dokumen pendukung yang dapat diunggah per unit.

  • Sistem memungkinkan akses luas bagi pimpinan, GKM, dan unit terkait untuk keperluan evaluasi dan perencanaan.

  • Monitoring dapat dilakukan secara periodik dan berbasis bukti melalui tautan bukti dukung dan notifikasi otomatis.

Tujuan Perubahan

  • Meningkatkan kecepatan dan akurasi pelaporan capaian IKU.

  • Mempermudah evaluasi berkala dan penelusuran aspek yang belum tercapai.

  • Mendorong transparansi dan partisipasi aktif seluruh unit kerja.

  • Menyediakan dasar pengambilan keputusan berbasis data (evidence-based decision making).

Aspek yang Ditingkatkan

Aspek Sebelum (Excel Manual) Setelah (Dashboard Digital)
Kecepatan input & kompilasi Lambat, bergantung manual entry Cepat, otomatis dari Google Form
Akses dan keterbukaan data Terbatas, hanya internal pengelola Terbuka, bisa diakses oleh pimpinan/unit
Visualisasi capaian Tidak tersedia Grafik real-time & dinamis
Validasi dokumen Manual via email Langsung unggah bukti via dashboard
Pemantauan berkala Per semester Bisa mingguan/bulanan
Analisis tren capaian Manual dan terpisah Langsung tersedia dalam grafik