Palu – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Magister (S2) Pendidikan Dasar berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 521/B/O/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 6 Mei 2026.
Keputusan tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi atas nama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Terbitnya izin ini menjadi tonggak penting bagi FKIP Universitas Tadulako dalam memperluas layanan pendidikan pascasarjana, khususnya di bidang pendidikan dasar.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP Universitas Tadulako, Jamaludin, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya izin tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembukaan program studi ini bukan sekadar penambahan institusi akademik, melainkan amanah besar yang harus dijaga dengan peningkatan mutu berkelanjutan.
Beliau menekankan bahwa Program Magister Pendidikan Dasar merupakan fondasi penting dalam penguatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan dasar, sehingga pengelolaannya harus dimulai dengan standar mutu yang kuat sejak awal.
Dekan juga mengajak seluruh sivitas akademika FKIP, khususnya dosen PGSD, untuk menjaga komitmen mutu agar program studi ini tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar menjadi program unggul dan berdaya saing.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan FKIP UNTAD menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi, antara lain Rektor Universitas Tadulako beserta jajaran, Tim Task Force S2 Pendidikan Dasar, Senat Universitas dan Senat FKIP, serta LPMPP Universitas Tadulako dan LPPM Universitas Tadulako. Apresiasi juga diberikan kepada Dinas Pendidikan, sekolah mitra di Sulawesi Tengah, serta tim evaluator atas kerja objektif dalam proses penilaian.
Ketua Tim Penyusun Proposal, Yusdin, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya SK izin penyelenggaraan Program Magister S2 Pendidikan Dasar. “Sebagai Ketua Tim, saya sangat bersyukur dan mengapresiasi kerja keras seluruh tim serta dukungan penuh dari pimpinan fakultas dan universitas. Program studi ini sudah lama dinanti oleh para alumni PGSD, yang setiap tahunnya berjumlah ratusan sesuai dengan kapasitas input mahasiswa baru,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Program Studi S2 Pendidikan Dasar merupakan jawaban atas kebutuhan nyata masyarakat akademik dan alumni, yang selama ini harus melanjutkan studi ke luar Sulawesi Tengah untuk menempuh pendidikan magister. “Program ini hadir sebagai jawaban atas harapan mereka semua yang selama ini terpaksa memilih melanjutkan pendidikan ke luar daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Yusdin berharap agar program studi ini dapat dikelola dengan baik, profesional, dan berorientasi pada mutu sehingga mampu mengawal peningkatan kualitas tenaga pendidik di jenjang pendidikan dasar, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah, serta mampu bersaing dengan program studi sejenis di perguruan tinggi lain yang telah lebih dahulu eksis.
“Kami berharap program studi ini tidak hanya eksis dalam beberapa tahun ke depan, tetapi dapat berkelanjutan (sustain) dalam jangka panjang dalam mengawal mutu pendidikan dasar serta menghasilkan profil lulusan sesuai yang telah direncanakan,” ujarnya.
FKIP UNTAD juga mengajak alumni, guru, kepala sekolah, pengawas, serta praktisi pendidikan dasar di Sulawesi Tengah untuk bergabung dalam Program Studi S2 Pendidikan Dasar. Pendaftaran direncanakan mulai dibuka pada tahun akademik 2026.
“In Syaa Allah, kami menunggu kehadiran para pendidik terbaik untuk bersama-sama mengembangkan pendidikan dasar yang lebih berkualitas,” demikian disampaikan dalam pernyataan tersebut.
Dekan FKIP menegaskan bahwa SK izin ini merupakan “bibit awal” yang harus dirawat bersama agar tumbuh menjadi program studi yang kuat, unggul, dan berdampak bagi masyarakat. Seluruh dosen FKIP diharapkan menjadikan program ini sebagai amanah kolektif untuk memperkuat posisi Universitas Tadulako sebagai pusat pengembangan pendidikan di kawasan Indonesia Timur. FKIP UNTAD menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi yang berkarakter Tadulako: unggul, berdaya saing, berintegritas, serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.







