Palu — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang mutu pendidikan tinggi. Program Studi Manajemen Kampus Kabupaten Tojo Una-Una resmi memperoleh predikat “Terakreditasi Unggul” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).
Predikat tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan LAMEMBA Nomor: 093/DE/A.5/LAMEMBA-UV/2026 yang berlaku sejak 18 Mei 2026 hingga 18 Mei 2031. Capaian ini menjadi bukti komitmen FEB UNTAD dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan layanan kemahasiswaan secara berkelanjutan.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako, Prof. Wahyuningsih, SE., M. Sc., Ph. D., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh sivitas akademika yang telah berkontribusi dalam proses akreditasi.
“Predikat unggul ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan para mitra kerja sama. Kami berharap capaian ini semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di FEB Universitas Tadulako,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Manajemen Kampus Kabupaten Tojo Una-Una, Dr. Rosida P Adam, S.E., M.P., menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu akademik dan daya saing lulusan.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan inovasi pembelajaran, penguatan kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja, serta pengembangan kerja sama strategis guna menghasilkan lulusan yang unggul dan kompetitif,” ungkapnya.
Akreditasi unggul ini juga menunjukkan bahwa Program Studi Manajemen Kampus Kabupaten Tojo Una-Una telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi nasional yang sangat baik dalam aspek tata pamong, sumber daya manusia, kurikulum, luaran tridharma, hingga sistem penjaminan mutu internal.
Dengan capaian tersebut, FEB UNTAD optimistis dapat terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah dan Indonesia pada umumnya.







