Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako menyelenggarakan kegiatan pendampingan akreditasi internasional ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik) di ruang rapat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya 5 (lima) Program Studi Pendidikan di lingkungan FKIP Universitas Tadulako dalam meraih akreditasi internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas pengakuan secara global. Ke-5 Program Studi tersebut adalah Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan Geografi.
Pendampingan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pimpinan fakultas, perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UNTAD, dan dosen beserta staf dari ke-5 program studi yang didampingi. Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Dr. Forst Bambang Irawan, S.P., M.Sc., IPU, yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian di Universitas Jambi (UNJA). Dr. Forst memiliki pengalaman luas dalam bidang akreditasi internasional, khususnya ASIIN, dan telah banyak membantu perguruan tinggi di Indonesia dalam mencapai standar internasional tersebut.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP Universitas Tadulako, Dr. Jamaludin, M.Si., menegaskan pentingnya akreditasi internasional ini bagi kemajuan pendidikan di Universitas Tadulako. Beliau menyampaikan bahwa dengan mendapatkan akreditasi ASIIN, Program Studi akan memiliki standar pendidikan yang setara dengan program-program studi serupa di universitas-universitas terkemuka di dunia.
“Akreditasi ini bukan hanya soal pengakuan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa memastikan bahwa kualitas pendidikan yang kita berikan sudah sesuai dengan standar internasional. Dengan demikian, lulusan kita akan lebih siap bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dr. Jamaludin.
Dr. Jamaludin menyampaikan harapannya agar seluruh dosen dan staf program studi terus bersinergi dan bekerja keras untuk mencapai tujuan ini. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Dr. Forst Bambang Irawan atas pendampingan dan kontribusinya yang sangat berharga.
“Kami sangat berharap akreditasi ASIIN ini bisa kita capai. Ini akan menjadi langkah besar bagi kita semua dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Universitas Tadulako,” tutup Dr. Jamaludin dengan penuh optimisme.
Dalam sesi utama, Dr. Forst Bambang Irawan memberikan paparan terkait proses dan persiapan yang diperlukan untuk mencapai akreditasi ASIIN. Beliau menekankan bahwa proses akreditasi ini tidak hanya melibatkan pengumpulan data dan dokumen, tetapi juga harus menunjukkan komitmen nyata dari seluruh civitas akademika untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“ASIIN akan menilai beberapa aspek penting, termasuk kurikulum, kompetensi dosen, kualitas penelitian, fasilitas, serta layanan kepada mahasiswa. Semua itu harus dibuktikan melalui data yang akurat dan dukungan nyata dari semua pihak yang terlibat,” jelas Dr. Forst.
Lebih lanjut, Dr. Forst juga menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam mencapai akreditasi internasional adalah memastikan bahwa program studi memiliki sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan. “Penjaminan mutu harus menjadi budaya di kampus, bukan hanya sekadar formalitas untuk akreditasi. Kita harus membangun sistem yang terus-menerus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pendidikan,” tambahnya.







