Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Tadulako melaksanakan Workshop Dokumen Mutu pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber nasional yang berkompeten di bidang penjaminan mutu perguruan tinggi, yakni Dr. Veralianta Br. Sebayang, S.P., M.Si. (Kepala Bidang Standar dan Asesmen Mutu, IPB University) yang menyampaikan materi secara daring, serta Prof. Dr. Satria Bijaksana dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang hadir secara luring.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala LPMPP Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Darmawati Darwis, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa dokumen mutu merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang berkelanjutan, serta menjadi instrumen strategis dalam mendukung peningkatan akreditasi program studi dan institusi.
Ketua Panitia kegiatan, Drs. Syamsu, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keseragaman persepsi para pengelola mutu di tingkat universitas, UPPS, dan program studi dalam menyusun, mereviu, serta mengimplementasikan dokumen mutu yang selaras dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan kebijakan penjaminan mutu berkelanjutan.
Pada sesi pemaparan materi, Dr. Veralianta Br. Sebayang, S.P., M.Si. menjelaskan secara komprehensif mengenai kerangka standar dan asesmen mutu perguruan tinggi, termasuk strategi penyusunan dokumen mutu yang efektif, terukur, dan berbasis siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Beliau juga menekankan pentingnya keterkaitan antara dokumen mutu dengan implementasi nyata di tingkat program studi, serta konsistensi antara kebijakan, manual, standar, dan formulir mutu.
Sementara itu, Prof. Dr. Satria Bijaksana dalam pemaparannya menekankan aspek penguatan budaya mutu (quality culture) di perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa dokumen mutu tidak hanya berfungsi sebagai kelengkapan administratif, tetapi harus menjadi instrumen kerja yang hidup dan digunakan secara berkelanjutan dalam pengambilan keputusan akademik dan manajerial. Selain itu, Prof. Satria juga membagikan praktik baik (best practices) implementasi SPMI di ITB, khususnya dalam mengintegrasikan dokumen mutu dengan sistem pengelolaan institusi dan peningkatan kinerja akademik.
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris LPMPP Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amiruddin Kade, S.Pd., M.Si., para Kepala Pusat di lingkungan LPMPP, Ketua Pusat Penjaminan Mutu (PPM) UPPS, serta perwakilan Gugus Kendali Mutu (GKM) Program Studi di lingkungan Universitas Tadulako.
Melalui workshop ini, LPMPP Universitas Tadulako berharap seluruh unit kerja mampu menyusun dan mengimplementasikan dokumen mutu yang sistematis, terintegrasi, dan aplikatif, sehingga mendukung pelaksanaan SPMI secara optimal serta memperkuat budaya mutu berkelanjutan di Universitas Tadulako.







