Palu – Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (UNTAD) melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) secara daring dalam rangka evaluasi usulan pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Program Studi Profesi Dokter Gigi Universitas Tadulako. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses evaluasi kelayakan pembukaan kedua program studi baru tersebut.
Asesmen Lapangan dilaksanakan pada 20 Agustus 2026 melalui platform konferensi daring. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Tadulako dan dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Kedokteran, Koordinator Pusat Layanan Akreditasi LPMPP UNTAD, Koordinator Program Studi, Kepala Rumah Sakit Pendidikan Tadulako, calon dosen dan tenaga kependidikan, serta perwakilan rumah sakit dan puskesmas yang menjadi bagian dari ekosistem pendukung penyelenggaraan pendidikan kedokteran gigi.
Dalam rangkaian pembukaan, turut memberikan sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, perwakilan Direktur Kelembagaan, serta Ketua Tim Evaluator. Tim evaluator yang melaksanakan asesmen berjumlah 10 orang dan bertugas melakukan verifikasi serta pendalaman terhadap kesiapan Universitas Tadulako dalam menyelenggarakan Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Program Studi Profesi Dokter Gigi.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan usulan pembukaan program studi yang disampaikan oleh calon Koordinator Program Studi, Dr. Tri. Paparan memberikan gambaran mengenai kesiapan akademik dan kelembagaan, visi dan arah pengembangan program studi, kurikulum, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta dukungan fasilitas pendidikan klinik yang diperlukan dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran gigi.
Setelah paparan, tim evaluator melakukan sesi diskusi dan klarifikasi terhadap tiga aspek utama yang menjadi fokus asesmen, yaitu kurikulum, sumber daya dosen dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana. Pada sesi ini, evaluator melakukan pendalaman terhadap kesiapan program studi dalam memenuhi standar penyelenggaraan pendidikan kedokteran gigi, termasuk ketercukupan dan kualifikasi sumber daya manusia serta dukungan fasilitas pembelajaran dan pendidikan klinik.
Setelah istirahat siang, asesmen dilanjutkan dengan pendalaman terhadap masing-masing aspek secara lebih terfokus. Untuk meningkatkan efektivitas proses evaluasi, tim evaluator dan tim pengusul dibagi ke dalam tiga kelompok, masing-masing membahas aspek kurikulum, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana. Pendalaman dilakukan melalui dialog, verifikasi dokumen, klarifikasi data, dan konfirmasi terhadap kesiapan sistem penyelenggaraan pendidikan.
Salah satu bagian penting dalam asesmen adalah siaran langsung dan peninjauan fasilitas pembelajaran secara daring. Melalui sesi ini, evaluator dapat melihat secara langsung berbagai fasilitas yang disiapkan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, termasuk lingkungan pembelajaran dan fasilitas yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan kedokteran gigi. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi terhadap kesesuaian antara dokumen usulan dengan kondisi dan kesiapan fasilitas yang tersedia.
Pelaksanaan asesmen juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara Universitas Tadulako, Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Pendidikan Tadulako, rumah sakit jejaring, dan puskesmas dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan kedokteran gigi. Keterlibatan berbagai institusi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan tersedianya wahana pembelajaran dan pengalaman klinis yang memadai bagi mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Program Studi Profesi Dokter Gigi.
Pada akhir kegiatan, Ketua Tim Evaluator menyampaikan rekomendasi hasil asesmen berdasarkan proses klarifikasi, verifikasi, dan pendalaman yang telah dilakukan sepanjang kegiatan. Rekomendasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kelayakan pembukaan program studi dan sekaligus menjadi masukan bagi Universitas Tadulako untuk melakukan penyempurnaan terhadap berbagai aspek yang masih memerlukan penguatan.
Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan penandatanganan dokumen/berita acara hasil Asesmen Lapangan oleh pihak terkait. Penandatanganan tersebut menandai berakhirnya proses asesmen lapangan dan menjadi bagian dari dokumentasi resmi proses evaluasi usulan pembukaan kedua program studi.
Pelaksanaan Asesmen Lapangan ini merupakan momentum strategis bagi Universitas Tadulako dalam memperluas kontribusi di bidang kesehatan melalui pengembangan pendidikan kedokteran gigi. Dengan dukungan Fakultas Kedokteran, LPMPP, Rumah Sakit Pendidikan Tadulako, rumah sakit jejaring, puskesmas, serta seluruh pemangku kepentingan, Universitas Tadulako berkomitmen memastikan pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Program Studi Profesi Dokter Gigi dilakukan berdasarkan kesiapan akademik, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sistem penjaminan mutu yang memadai.
Catatan: Secara kalender, 20 Agustus 2026 jatuh pada hari Kamis, bukan Rabu. Naskah di atas menggunakan tanggal 20 Agustus 2026 tanpa mencantumkan hari agar aman untuk publikasi. Jika yang dimaksud memang Rabu, tanggalnya adalah 19 Agustus 2026.






