Makassar – Dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang tata kelola dan manajemen risiko, tim Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Tadulako mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Risiko yang diselenggarakan oleh LPS MKS. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, pada 27–29 Juli 2026, bertempat di Hotel Ibis Makassar.
Delegasi LPMPP Universitas Tadulako yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini terdiri atas Dr. Adnan Fadjar, Dr. Andi Saifah, dan Drs. Syamsu, M.Si. Keikutsertaan ketiga peserta tersebut merupakan bagian dari komitmen LPMPP dalam meningkatkan kompetensi pengelolaan risiko yang terintegrasi dengan sistem penjaminan mutu dan tata kelola perguruan tinggi.
Pelatihan menghadirkan Deka W. Purwanto sebagai trainer, serta Pradipto Swatias Haryono, M.B.A., QRMA sebagai asesor yang memberikan pembekalan sekaligus melakukan asesmen kompetensi peserta sesuai dengan standar sertifikasi manajemen risiko.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi yang komprehensif mengenai konsep dan kerangka kerja manajemen risiko, tata kelola risiko organisasi, identifikasi dan analisis risiko, penilaian tingkat risiko, penyusunan strategi mitigasi, pemantauan risiko, hingga integrasi manajemen risiko ke dalam proses perencanaan, pengambilan keputusan, dan peningkatan kinerja organisasi. Selain sesi teori, peserta juga mengikuti berbagai studi kasus, diskusi kelompok, serta asesmen kompetensi sebagai bagian dari proses sertifikasi.
Keikutsertaan tim LPMPP dalam pelatihan ini sejalan dengan semakin meningkatnya kebutuhan perguruan tinggi untuk menerapkan Enterprise Risk Management (ERM) dalam penyelenggaraan tridarma, tata kelola institusi, implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pengendalian internal, serta pencapaian indikator kinerja institusi. Pengelolaan risiko yang sistematis diharapkan mampu meningkatkan efektivitas perencanaan, meminimalkan potensi kegagalan pencapaian sasaran strategis, serta memperkuat budaya mutu di lingkungan Universitas Tadulako.
Melalui peningkatan kompetensi ini, LPMPP Universitas Tadulako diharapkan semakin mampu mengintegrasikan pendekatan manajemen risiko ke dalam berbagai proses penjaminan mutu, mulai dari penyusunan standar, implementasi siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP), audit mutu internal, penyusunan rencana strategis, hingga pengembangan sistem monitoring dan evaluasi berbasis risiko.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen LPMPP Universitas Tadulako untuk terus meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia dalam mendukung terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang efektif, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan. Kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan dan sertifikasi ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam penguatan sistem manajemen risiko di Universitas Tadulako, sehingga setiap proses akademik maupun nonakademik dapat dikelola secara lebih terukur, terkendali, dan mendukung pencapaian visi universitas.






