Palu – Universitas Tadulako (UNTAD) melaksanakan Paparan Usulan Pembukaan Program Studi Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat pada Jumat, 2 Oktober 2026 secara daring melalui aplikasi Zoom. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses evaluasi dan telaah atas kesiapan Universitas Tadulako dalam mengembangkan program pendidikan doktoral di bidang kesehatan masyarakat.
Paparan usulan tersebut direviu oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Dr. Munawir Sadzali Razak, S. IP., M. A., dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNTAD, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., Kepala dan Sekretaris LPMPP UNTAD, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Pascasarjana, Kepala Pusat Layanan Akreditasi LPMPP, Ketua Pusat Penjaminan Mutu Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Pascasarjana, tim penyusun, calon dosen dan tenaga kependidikan, serta tim LLDIKTI Wilayah XVI.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengusul memaparkan kesiapan pembukaan Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat, mencakup aspek akademik, kelembagaan, kurikulum, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, tata kelola, mahasiswa, serta sistem penjaminan mutu yang akan mendukung penyelenggaraan program doktor.
Usulan pembukaan program studi juga diarahkan untuk memperkuat kontribusi Universitas Tadulako dalam pengembangan sumber daya manusia bidang kesehatan masyarakat, khususnya dalam mendukung kebutuhan pembangunan kesehatan di Sulawesi Tengah dan kawasan sekitarnya. Program doktor diharapkan menjadi wadah pengembangan keilmuan dan penelitian yang menghasilkan kontribusi akademik serta solusi berbasis bukti terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Dalam proses reviu, tim LLDIKTI Wilayah XVI melakukan klarifikasi dan pendalaman terhadap berbagai komponen usulan. Pembahasan diarahkan pada kesiapan akademik dan kelembagaan, ketersediaan serta kualifikasi dosen, rancangan kurikulum, kapasitas penelitian, dukungan sarana dan prasarana, keberlanjutan program, serta sistem penjaminan mutu.
Keterlibatan LPMPP dan Pusat Layanan Akreditasi dalam proses penyusunan dan reviu usulan menjadi bagian penting untuk memastikan aspek mutu telah dipertimbangkan sejak tahap awal pembukaan program studi. Penjaminan mutu diharapkan menjadi fondasi penyelenggaraan program doktor, termasuk dalam perencanaan kurikulum, pengelolaan sumber daya, pelaksanaan tridarma, evaluasi kinerja, dan peningkatan mutu berkelanjutan.
Setelah paparan dan proses klarifikasi selesai, hasil reviu akan menjadi bahan bagi LLDIKTI Wilayah XVI dalam memberikan rekomendasi terhadap usulan pembukaan Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat. Rekomendasi tersebut akan diberikan dengan mempertimbangkan berbagai aspek kesiapan dan hasil pendalaman yang dilakukan selama proses evaluasi.
Bagi Universitas Tadulako, proses ini merupakan bagian dari pengembangan kapasitas akademik dan kelembagaan untuk memperluas jenjang pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kontribusi universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah kesehatan masyarakat.
Melalui sinergi antara Pascasarjana, Fakultas Kesehatan Masyarakat, LPMPP, program studi, tim penyusun, calon dosen dan tenaga kependidikan, serta LLDIKTI Wilayah XVI, Universitas Tadulako terus berupaya memastikan setiap usulan program studi baru dibangun atas dasar kesiapan akademik, tata kelola, sumber daya, relevansi kebutuhan, dan sistem penjaminan mutu yang memadai.
Hasil rekomendasi LLDIKTI Wilayah XVI selanjutnya akan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses tindak lanjut usulan pembukaan Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako.







