Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNTAD menggelar Workshop Penjaminan Mutu di Media Center, Selasa, 13 Agustus. Dibuka oleh Rektor UNTAD, Prof. Dr. Ir. Mahfudz, M.P. Rektor menyampaikan bahwa pentingnya workshop ini diselenggarakan mengingat sejak tanggal 1 April 2019 kemarin, penyusunan Akreditasi Program studi sudah menggunakan format baru yaitu Instrumen Akreditasi IAPS 4.0 yang sudh diluncurkan oleh BAN-PT sejak tanggal 31 Juli 2018 lalu
Workshop ini berlangsung sehari dengan presentasi Ketua LPPMP Dr. Golar, S. Hut., M. Si., Koordinator Pusat Bimbingan Karir, Kewirausahaan, Tracer Study, dan Bursa Kerja Khusus (Bimwitra-BKK) , Koordinator Pusat Audit dan Evaluasi Penjaminan Mutu Pendidikan (Pusdit EPMP), dan Koordinator Pusat Layanan Akreditasi dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (Puslak-SPMI). Keempat paparan tersebut masing-masing adalah Kinerja LPPMP untuk beberapa tahun terakhir, Tupoksi dan Program Kerja Pusbang Tracer Studi, hasil audit mutu internal dan evaluasi penjaminan mutu, dan dokumen yang harus dipersiapkan program studi berdasarkan IAPS 4.0. Usai paparan, LPPMP menerima masukan dari perwakilah Unit Penjaminan Mutu Fakultas dan Pascasarjana yang hadir.
Dr. Golar, S. Hut., M.Si. memaparkan dan memperkenalkan Pusbang yang baru di LPPMP yang saat ini berjumlah 6 pusbang, yaitu :
1. Pusat Pengembangan dan Peningkatan Mutu Proses Belajar (Pusbang PMPP)
2. Pusat Audit dan Evaluasi Penjaminan Mutu Pendidikan (Pusdit EPMP)
3. Pusat Pengembangan Kurikulum dan Sumber Belajar (Pusbang KKB)
4. Pusat Pengendalina dan Peningkatan Mutu Pendidikan Perguruan Tinggi (P3MPT)
5. Pusat Bimbingan Karir, Kewirausahaan, Tracer Study, dan Bursa Kerja Khusus (Bimwitra-BKK)
6. Pusat Layanan Akreditasi dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (Puslak SPMI),
Ditemui usai acara, Drs. Syamsu, M. Si., Koordinator Puslak-SPMI menekankan bahwa untuk menjamin pemenuhan Standar Pendidikan Tinggi secara sistemik dan berkelanjutan, agar tumbuh dan berkembang budaya mutu, maka standar SPMI seharusnya tidak menjadi suatu hal yang memberatkan bagi prodi maupun fakultas dan pascasarjana. Bagi saya angka-angka tidaklah penting, tetapi bagaimana caranya agar kita dapat menjadi lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya. Apabila suatu prodi atau fakultas ternyata masih berada di bawah standar yang ditetapkan, kita akan mencari tahu dimana letak masalahnya, apa penyebabnya, kemudian akan kita tindaklanjuti, langkah apa yang harus diambil. Ia juga menekankan pentingnya aksesibilitas informasi prodi, maka setiap prodi memiliki situs pribadi dan diaupdate setiap saat







