Universitas Tadulako (Untad) terus mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Melalui Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP), Untad menyelenggarakan kegiatan strategis bertajuk “Refreshment Pembelajaran Inovatif” yang berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 November 2025, bertempat di Ruang Senat Fakultas Teknik Untad.
Kegiatan yang diinisiasi oleh LPMPP ini terasa istimewa dan penuh bobot akademik karena diikuti secara eksklusif oleh 54 Guru Besar di lingkungan Universitas Tadulako. Kehadiran para profesor ini menjadi simbol kuat bahwa semangat pembaruan metode ajar menjadi prioritas utama, bahkan di level jabatan akademik tertinggi.

Mengawali rangkaian acara, Kepala LPMPP Untad, Prof. Darmawati Darwis, S.Si., Ph.D., memberikan sambutan sekaligus laporan kegiatan. Beliau menekankan bahwa agenda penyegaran ini merupakan langkah konkret LPMPP dalam memastikan kompetensi para “lokomotif akademik” kampus tetap relevan dengan standar penjaminan mutu pendidikan global yang kini serba digital.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., yang hadir didampingi oleh Prof. Darmawati. Dalam arahannya, Rektor memberikan apresiasi tinggi kepada LPMPP atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan, dan berharap para Guru Besar dapat menjadi pionir yang menginspirasi dosen-dosen muda dalam mengadopsi teknologi pembelajaran terkini.
Untuk menjawab tantangan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber ahli. Pada sesi pertama, Dr. Finita Dewi, S.S., M.A. dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) membedah materi “Teori dan Praktek Pengembangan E-Modul Berbasis Flipped Book dan Berbantuan AI”. Dr. Finita mendemonstrasikan bagaimana modul ajar konvensional dapat diubah menjadi aset digital interaktif yang hidup dan menarik minat mahasiswa Gen-Z.
Sesi berlanjut dengan materi yang tak kalah futuris dari Surya Putra Sarungu, S.Kom., seorang Google Education Specialist. Membawakan topik “100 Cara Menggunakan Gemini dan NotebookLM”, Surya membuka wawasan para Guru Besar mengenai pemanfaatan Generative AI. Ia memperlihatkan kecanggihan NotebookLM dalam menganalisis data riset kompleks dan merancang skenario pembelajaran secara efisien, menempatkan AI sebagai mitra berpikir (thought partner) yang andal.
Menutup rangkaian kegiatan, pihak LPMPP memastikan bahwa transformasi ini tidak berhenti di sini. Ke depan, pelatihan tahap kedua direncanakan akan diselenggarakan kembali. Langkah ini diambil untuk memfasilitasi Guru Besar lainnya yang belum sempat bergabung, memastikan pemerataan kompetensi digital menjangkau seluruh jajaran profesor di Universitas Tadulako tanpa terkecuali.







