Pemerintah Kabupaten Buol terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini memungkinkan masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja atau pembelajaran nonformal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dengan pengakuan atas kompetensi yang telah dimiliki.
Dalam rangka implementasi program tersebut, Pemkab Buol bekerja sama dengan Universitas Tadulako membuka dua program studi, yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Ilmu Pemerintahan. Kedua program studi ini dipilih untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di daerah, khususnya dalam sektor pendidikan dan tata kelola pemerintahan.
Sebagai langkah awal, kegiatan sosialisasi program RPL telah dilaksanakan selama dua hari secara daring melalui platform Zoom Meeting. Pada hari pertama, Kamis (16/4), sosialisasi ditujukan kepada calon mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang profesi di Kabupaten Buol. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep RPL, mekanisme pendaftaran, serta manfaat yang dapat diperoleh peserta.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Para peserta menunjukkan minat yang tinggi untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus memulai dari awal, terutama bagi mereka yang telah memiliki pengalaman kerja yang relevan dengan bidang studi yang ditawarkan.
Sementara itu, pada hari kedua, Jumat (17/4), sosialisasi difokuskan kepada unsur pemerintahan di lingkungan Kabupaten Buol. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat dan aparatur sipil negara yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam menyukseskan implementasi program RPL di daerah. Sosialisasi kepada unsur pemerintahan ini juga bertujuan untuk memperkuat dukungan kebijakan dan memastikan keberlanjutan program di masa mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber utama Kepala Pusat RPL Universitas Tadulako, Nur Sehang Thamrin, yang menyampaikan materi terkait kebijakan RPL, prosedur asesmen, serta strategi pelaksanaan program secara efektif. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa RPL merupakan solusi inovatif dalam meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan tinggi, khususnya bagi masyarakat yang selama ini terkendala oleh waktu, biaya, maupun persyaratan akademik formal.
“RPL memberikan kesempatan yang adil bagi setiap individu untuk mendapatkan pengakuan atas kompetensi yang telah mereka miliki, baik dari pengalaman kerja maupun pembelajaran mandiri,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Buol semakin memahami pentingnya pendidikan tinggi dan dapat memanfaatkan program RPL sebagai jalur alternatif yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan mereka. Pemerintah Kabupaten Buol juga berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Dengan adanya program ini, Buol selangkah lebih maju dalam menghadirkan pendidikan inklusif yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.







